in

Ini Dia Aplikasi Pinjaman Online Berbasis Syariah

Foto: geotimes.co.id

KICAU – Seperti yang diketahui, startup peer to peer (P2P) lending syariah bernama ALAMI, telah mencatat pertumbuhan tiga kali lebih pada tahun ini dibanding tahuun lalu.

Alami juga sudah berhasil menjaga tingkat Non-Performing Financing (NPF) di level 0 persen.

Di P2P Lending biasa diukur dengan TKB90 (Tingkat Keberhasilan Pembayaran lebih dari 30 hari) yang masih di level 100 persen.

Sementara total pembiayaan Alami mencapai Rp 280 miliar per bulan November lalu.

Saat ini produk Alami berupa pendanaan invoice financing yang ditargetkan ke industri-industri yang bertahan terhadap Covid-19, antara lain makanan, logistik, dan kesehatan.

Dima Djani, CEO ALAMI, menjelaskan, pihaknya memiliki visi agar platform finansial berbasis syariah Alami bisa digunakan oleh masyarakat sebagai pendana ritel.

Esensi sistem keuangan syariah harus dipandang dari perspektif lebih luas, di luar unsur keagamaannya.

Memang betul kita menggunakan syariat dan nilai Islam sebagai pegangan menjalankan operasional.

Namun, kami optimistis sistem ini bisa berdampak sosial bagi seluruh elemen masyarakat.

Secara return dan peluang keuntungan, platform keuangan syariah sangat diminati, karena ini adalah instrumen fixed income syariah dengan imbal hasil paling tinggi

Ke depan, kami harap pendana ritel Alami terus bertambah secara organik,” kata Dima dalam rilisnya, kemarin.

Dengan prinsip kolaborasi, Alami juga makin produktif menjalin kemitraan dengan perusahaan jangkar seperti BPJS Kesehatan dan e-Fishery.

Alami juga terintegrasi dengan Pefindo Biro Kredit, Fintech Data Center (FDC), dan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil).

Dima menyatakan, sebagai platform penyedia teknologi, perusahaan harus siap dengan bentuk kemitraan menyeluruh termasuk menyediakan solusi teknologi bagi mitranya.

Pihaknya juga terbuka dengan berbagai kebutuhan infrastruktur penunjang kolaborasi, agar bisa menjadi mitra andalan dan memberi manfaat bagi sesama rekan bisnisnya.

Kami kerap menemukan kenyataan bahwa kolaborasi bisa terhambat karena pihak mitra kerap belum siap bekerja sama dengan perusahaan fintek.

Inilah alasan kemitraan Alami dengan perusahaan-perusahaan jangkar dilengkapi dengan tambahan solusi teknologi seperti integrasi sistem.

Hal lain tidak kalah penting adalah kekuatan database penunjang untuk memastikan Alami berada dalam radar target pengguna, dan dapat secara live memberikan informasi terbaru soal kinerja perusahaan,” tuturnya.

Beberapa target kemitraan ALAMI di tahun 2021 antara lain diarahkan pada perusahaan startup (e-commerce, IOT), rumah sakit, dan perusahaan logistik.

Selain itu, ALAMI juga berencana untuk mengkaji peluang sinergi dengan institusi keuangan syariah perbankan seperti Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Versi Aplikasi Mobile Meluncur

Selain Bank Syariah Mandiri, Alami tengah berdiskusi dengan beberapa bank syariah lain untuk skema channeling dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sebagai kelanjutan dari versi website, pada Oktober lalu resmi meluncur aplikasi mobile-nya berbasis Android.

Adapun untuk sistem operasi IOS, insya Allah akan diluncurkan di kuartal I 2021. Harapannya, kami bisa mendapat banyak pendana ritel aktif melalui aplikasi di smartphone.

Pada  Oktober, pendaftar di aplikasi Android kami sudah mencapai empat ribu akun. Jumlah ini naik empat kali lipat dibanding pada platform sebelumnya yang mencapai angka seribuan akun setiap bulannya,” pungkas Dima.

INFO MENARIK

CERIA: Applikasi Pinjaman Online Bank BRI – Proses Cair 10 Menit, Bunga Ringan & Limit 20 Juta

Segera Cek Penerima Bansos Rp 300 Ribu, Dengan Login dtks.kemensos.go.id